Dari Ekstrakurikuler Sekolah ke Podium Asia: Perjalanan Nurisa Dian Ashrifah
Sebelum berdiri di podium tertinggi Asian Games 2026, Nurisa Dian Ashrifah memulai semuanya dari kegiatan ekstrakurikuler panahan di sekolah ketika berusia sekitar 11 tahun. Ketertarikannya pada panahan disebut bermula dari film The Hunger Games.
Tahapan karier
- 2016 – Kompetisi pertama di POPDA tingkat kota saat masih duduk di sekolah dasar.
- SMP – Mulai berlatih lebih rutin dan menekuni divisi compound.
- 2025 – Menjadi satu-satunya pemanah compound putri Indonesia yang menembus 16 besar Hyundai Archery World Cup di Madrid.
- 2025 – Meraih dua emas SEA Games Thailand: compound putri individu dan beregu bersama Ratih Zilizati Fadhly dan Yurike Nina Bonita Pereira.
- 2025 – Menyumbang tiga emas dan satu perak untuk Udinus di POMNAS XIX Jawa Tengah.
- 2026 – Emas compound putri individu Asian Games Aichi-Nagoya, emas Asian Games pertama Indonesia dari panahan.
Dalam perjalanannya, Nurisa juga mendapat bimbingan dari legenda panahan Indonesia, Lilies Handayani.
Pelajaran untuk pembinaan di Semarang
Kisah Nurisa menunjukkan pentingnya pintu masuk yang mudah bagi anak-anak: ekstrakurikuler sekolah, klub yang aktif, dan kompetisi berjenjang seperti POPDA. PERPANI Kota Semarang mengajak sekolah dan klub terus membuka kesempatan latihan bagi atlet usia dini.
Sumber: Good News From Indonesia, Espos.id, Radio Idola Semarang, IDN Times Jateng.


